Friday, July 17, 2009

Islam mempunyai karakter sebagai agama yang penuh kemudahan

Islam mempunyai karakter sebagai agama yang penuh kemudahan seperti telah ditegaskan langsung oleh Allah Swt. dalam firmanNya:

وماجعل عليكم في الدين من حرج



“…dan Dia tidak menjadikan kesukaran dalam agama atas diri kalian.”





Sementara dalam sebuah haditsnya, Nabi Saw. pun bersabda:

إن الله لم يبعثني معنتا ولامتعنتا ولكن بعثني معلما ميسرا



“Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengutusku untuk mempersulit atau memperberat, melainkan sebagai seorang pengajar yang memudahkan.” (HR. Muslim, dari ‘Aisyah ra.)



Visi Islam sebagai agama yang mudah di atas termanifestasi secara total dalam setiap syari’atnya. Sampai-sampai, Imam Ibn Qayyim menyatakan, “Hakikat ajaran Islam semuanya mengandung rahmah dan hikmah. Kalau ada yang keluar dari makna rahmah menjadi kekerasan, atau keluar dari makna hikmah menjadi kesia-siaan, berarti itu bukan termasuk ajaran Islam. Kalaupun dimasukkan oleh sebagian orang, maka itu adalah kesalahkaprahan.”



Ada beberapa prinsip yang secara kuat mencerminkan betapa Islam merupakan agama yang mudah. Yaitu di antaranya:



Pertama, menjalankan syari’at Islam boleh secara gradual (bertahap). Dalam hal ini, seorang muslim tidak serta-merta diharuskan menjalankan kewajiban agama dan amalan-amalan sunnah secara serentak. Ada tahapan yang mesti dilalui: mulanya kita hanya diperintahkan untuk melak sana kan kewajiban-kewajiban pokok agama. Setelah yang pokok-pokok berhasil dilakukan dengan baik dan rapi, kalau punya kekuatan dan kesempatan, maka dianjurkan untuk menambah dengan amalan-amalan sunnah.

Izin untuk mengamalkan syari’at Islam secara bertahap ini telah dicontohkan oleh RasululLah Saw. sendiri. Suatu hari, seorang Arab Badui yang belum lama masuk Islam datang kepada RasululLah Saw. Ia dengan terus-terang meminta izin untuk sementara menjalankan kewajiban-kewajiban Islam yang pokok saja, tidak lebih dan tidak kurang. Beberapa Sahabat Nabi menunjukkan kekurang-senanganny a karena menilai si Badui enggan mengamalkan yang sunnah. Tapi dengan tersenyum, Nabi Saw. mengiyakan permintaan orang Badui tersebut. Bahkan beliau bersabda: “Dia akan masuk surga kalau memang benar apa yang dikatakannya.”



Kedua, adanya anjuran untuk memanfaatkan aspek rukhshah (keringanan dalam praktek beragama). Aspek Rukhshah ini terdapat dalam semua praktek ibadah, khususnya bagi mereka yang lemah kondisi tubuhnya atau berada dalam situasi yang tidak leluasa. Bagi yang tidak kuat shalat berdiri, dianjurkan untuk shalat sambil duduk. Dan bagi yang tidak kuat sambil duduk, dianjurkan untuk shalat rebahan. Begitu pula, bagi yang tidak kuat berpuasa karena berada dalam perjalanan, maka diajurkan untuk berbuka dan mengganti puasanya di hari-hari yang lain.

Dalam sebuah hadits Qudsi Allah Swt. berfirman:

إن الله يحب أن تؤتي رخصه كما يكره أن تؤتي معصيته



“Sesungguhnya Allah suka kalau keringanan-keringan anNya dimanfaatkan, sebagaimana Dia benci kalau kemaksiatan terhadap perintah-perintahNy a dilakukan.” (HR. Ahmad, dari Ibn ‘Umar ra.)



Dalam sebuah perjalanan jauh, RasululLah Saw. pernah melihat seorang Sahabatnya tampak lesu, lemah, dan terlihat berat. Beliau langsung bertanya apa sebabnya. Para Sahabat yang lain menjawab bahwa orang itu sedang berpuasa. Maka RasululLah Saw. langsung menegaskan: “Bukanlah termasuk kebajikan untuk berpuasa di dalam perjalanan (yang jauh).” (HR. Ibn Hibbân, dari Jâbir bin ‘AbdilLâh ra.)

Ketiga, Islam tidak mendukung praktek beragama yang menyulitkan. Disebutkan dalam sebuah riwayat, ketika sedang menjalankan ibadah haji, RasululLâh Saw. memperhatikan ada Sahabat beliau yang terlihat sangat capek, lemah dan menderita. Maka beliau pun bertanya apa sebabnya. Ternyata, menurut cerita para sahabat yang lain, orang tersebut bernadzar akan naik haji dengan berjalan kaki dari Madinah ke Mekkah. Maka RasululLâh Saw. langsung memberitahukan, “Sesunguhnya Allah tidak membutuhkan tindakan penyiksaan diri sendiri, seperti yang dilakukan oleh orang itu.” (HR. Bukhâri dan Muslim, dari Anas ra.)



Demikianlah, Islam sebagai agama yang rahmatan lil’ ‘alamin secara kuat mencerminkan aspek hikmah dan kemudahan dalam ajaran-ajarannya. Dan kita sebagai kaum muslimin, telah dipilih oleh Allah Swt. untuk menikmati kemudahan-kemudahan tersebut. Diceritakan oleh ‘Aisyah ra. bahwa RasululLâh Saw. sendiri dalam kesehariaannya, ketika harus menentukan antara dua hal, beliau selalu memilih salah satunya yang lebih mudah, selama tidak termasuk dalam dosa. (HR. Bukhâri dan Muslim)

Akan tetapi, kemudahan dalam Islam bukan berarti media untuk meremehkan dan melalaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan. Rukhshah tidak untuk dijadikan apologi, keringanan-keringan an dari Allah bagi kita jangan sampai membuat kita justru menjadi jauh dariNya. Karakter Islam sebagai agama yang mudah merupakan manifestasi nyata bahwa ajaran Islam bukanlah sekumpulan larangan yang intimidatif, melainkan ajaran yang mewedarkan kasih-sayang. Sehingga dengan demikian, ketika kita menjalankan ajaran-ajaran Islam, motivasinya bukan karena kita takut kepada Allah Swt., tapi lebih karena kita rindu dan ingin lebih dekat denganNya. Bukan karena kita ngeri akan nerakaNya, namun lebih karena kita ingin bersimpuh di haribaanNya –di dalam surga yang abadi.



Ustadz Abdullah Hakam Shah, Lc


Baca Selengkapnya!

Hukum Berjilbab Bagi Wanita Muslimah

Assalamualaikum Wr Wb


Pak Muji..... saya seorang wanita yang baru masuk Islam, saya mohon bantuan pada bapak apa betul kaum wanita muslim harus pakai jilbab, saya pernah mendengar bahwa jilbab itu hanya salah satu pakaian budaya dari Negara Arab.


Jilbab adalah... pakaian terusan panjang penutup seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah, Jadi Jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak tangan, Jilbab bukan merupakan perhiasan, atau pakaian budaya, tidak terlalu tipis, tidak terlalu ketat sehingga menampakkan bentuk lekuk tubuh, dan juga tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita - wanita non muslim dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas, melainkan busana ibadhah karna Allah SWT, sesuai dengan firman Allah SWT dalam :


QS. Al-Ahzab (33) : 59. “Yang artinya...Hai Nabi katakanlah kepada istri - istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”


QS. An-Nuur (24) :31. “Yang artinya... Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan - pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”


Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, dia berkata : Rasulullah Shallallahualaihi wa salam bersabda :


"Aku berdiri di pintu surga (ternyata) kebanyakkan orang yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang lemah, Sedangkan orang-orang yang kemuliaan (yaitu : orang berharta, orang yang mempunyai kedudukan dan kebahagiaan materil) tertahan (dari masuk surga),


Tetapi penduduk neraka diperintahkan untuk masuk neraka. Aku berdiri di pintu neraka, ternyata kebanyakkan yang masuk ke dalamnya adalah para wanita (Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)


Dan dihadits lain pun diriwayatkan dari Imran bin Hushain Radhiyy Allahuanhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa salam, beliau bersabda :


“Aku melihat-lihat ke dalam surga, Aku juga melihat-lihat ke dalam neraka, maka aku melihat kebanyakkan penghuninya adalah para wanita (Hadits shahih riwayat Bukhari dan diriwayatkan juga oleh Kutubbusittah)


Sungguh. Allah telah menampakkan kepada Nabi kita Shallallahu alaihi wasalam tentang Surga dan Neraka pada malam Isra Mi'raj, ketika itu beliau melihat-lihat kedalam surga, ternyata penghuninya adalah orang-orang yang fakir. Beliau juga melihat-lihat ke dalam neraka ternyata kebanyakkan penghuninya adalah para wanita.


Mari kita renungkan .... kena apa Nabi Muhammad SAW, diperlihatkan oleh Alloh SWT, bahwa di Neraka Jahanam penghuninya banyak para wanita, apa kesalahan mereka ?

Apakah mereka tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya, ataukah mereka beryakinan bahwa agama itu harus memuaskan hawa nafsunya.


“Katakanlah : Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat. Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok” .(Surat Al-Kahfi (18) ayat 103-106)


“Dan tidaklah (patut) bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul- Nya maka sesungguhnya ia telah tersesat, sesat yang nyata” (Surat Al-Ahzab (33) ayat 36)


“Dan barangsaiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Surat Thaha (20) ayat 124)


Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa beliau bersabda :


“Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi lalu mencambukkannya ke tubuh manusia. kemudian sekelompok wanita yang mengenakan pakaian namun layaknya telanjang. Condong dan berjalan melenggak-lenggok dan kepalanya bergoyang seperti punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga,bahkan tidak dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat tercium dalam jarak perjalanan segini dan segitu” (Hadits shahih riwayat Muslim dan lainnya)


Nabi Shallallahu alaihi wa salam telah melihat-lihat kejadian dunia yang akan datang dan berbagai peristiwa yang menakutkan, maka beliau mengetahui sesuatu yang dipakai oleh wanita, sehingga beliau menyebutkan hadits tersebut.


Berdasarkan keterangan tersebut diatas bagi saya untuk seluruh wanita muslim dari yang mulai beranjak dewasa (mungkin 10 th keatas) hukum nya wajib mengenakan busana Muslimah dan Jilbab .


Demikian tanggapan tanggapan saya semoga kita semua selamat dunia acherat, Amiin Yarobbal A'lamiin.



Wassalam



Mujiarto Karuk

Baca Selengkapnya!

Perjuangan Muallaf 1

Assalamualaikum Wr Wb


Bismillahirrohmaani rrohiim


Alhamdulillah, Segala puji bagi Alloh yang telah menunjuki kita kepada Agama Islam ini. Dan sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kita petunjuk, dan kami bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Alloh dan kami bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Alloh.


Saat ini usia saya lambat tapi pasti mulai memasuki dan menunjuk ke angka 50 tahun, diusia yang mulai setengah abad sudah banyak kekurangan dan kekurangan yang saya alami, kekurangan yang paling nyata yang saya alami adalah berkurangnya nikmat penglihatan.


Yang biasa dan merupakan hadiah salah seorang yang sangat bijak, baik dan simpatisan terhadap pengalaman dan kegigihan saya dalam mempelajari Islam, beliau adalah H. Mamat penduduk asli Cempaka Putih Jakarta Pusat ( dari Suku Betawi), beliau menghadiyahkan Al-Qur'an dan Tarjamahnya, ketika saya masih berusia 30 Th, dimana ketika itu mata masih normal.


Kemarin hari ahad tanggal 28 Juni 2009, kelompok 6 Miss call (saling membangunkan untuk shalat tahajjud bersama dikediaman masing masing) http://www.tahajjud call.org, http://groups. yahoo.com/ group/tahajjud_ call/ dibawah pimpinan Mas Sutarmin yang bertempat tinggal di Ragunan Jakarta Selatan, yang beranggotakan Pak Imam Purwanto dari Cimanggis Depok, Mas Adit dari Perumnas kelender jakarta timur, mas Firman Adiyatma dari Sunter Agung jakarta Utara, Mas Agus dari Cilegon, dan mas Endang dari Merak Jawa Barat, serta yang tidak dapat hadir di kantor saya Biro Personel Polda Metro jaya Jl. Jenderal Sudirman No. 55 Jakarta Selatan hanya Mas Lilik Supadyono, yang kebetulan beliau saat ini berada di Kalimantan.


Mereka mengajak saya dan berjalan bersama sama kami menuju ke Pameran Buku yang saat ini sudah digelar di Istora Senayan Jakarta Selatan, dalam kesempatan ini saya pergunakan untuk membeli Al-Qur'an Tarjamah Standar Depag RI ukuran besar, dan Alhamdulillah saya dapat menjawab pertanyaan dan sedikit menjabarkan pertanyaan tersebut dibawah ini, dengan mudah karena saya tidak tergantung dengan kaca mata lagi hehehehe.


Salah satu pertanyaan sekaligus penambah keteguhan dan nasehat akan kekuatan iman Islam yang dikirim melalui email saya (mkaruk@yahoo. com), pertanyaan, nasehat, dan motifasi kekuatan dan keteguhan iman islam serta ajakan meneguhkan ikatan silaturahim bagi saya, tersebut dapat saya uraikan diantaranya berbunyi :


- Sebenarnya saya juga memiliki kesamaan seperti pak muji, sama2 ingin berubah ingin menjadi orang yang baik dan berkualitas.


QS. Ar-Ruum (30) : 30. “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”


QS. Al-Baqarah (2) : 21. “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”


QS. Al-Maidah (5) : 35. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”.


QS. Ar-Ra'd (13) : 22. “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”


Berdasarkan ayat tersebut diatas bahwa Alloh SWT, mengabarkan kepada seluruh manusia, tanpa terkecuali, bahwasanya manusia dilahirkan dimuka bumi ini sudah dalam keadaan beragama Islam, dan diperintahkan baik bergaul berinteraksi dan sujud menyembah Alloh dengan cara berjamaah, hanya manusia itulah yang melawan Alloh dan keluar dari Islam serta menggiring dirinya menuju jalan yang dimurkai Alloh SWT, sebagai mana firman Alloh,


QS.Az-Zumar (39) : 3. “Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" . Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”.


QS. An-Nahl (16):33. “Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir selain dari datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri.


QS. Al-Baqarah (2) : 165. “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”.


QS. Al-Baqar5ah (2) : 159. “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterang an (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,”


Jadi jelaslah bahwa Alloh SWT tidak pernah menganiaya manusia, melainkan manusia itulah yang menganiaya diri mereka sendiri, dan Alloh tidak pernah memerintahkan menyembah selain Alloh melainkan manusia tersebut lah yang telah menyembah tandingan tandingan selain Alloh, mereka akan dilaknat Alloh dan seluruh ciptaannya.


- Selama ini saya merindukan bisa kumpul dg orang2 yang baik. Rindu ingin bisa shalat jamaah dimasjid lima waktu. Ingin bisa jadi pengusaha muslim, dan berharap bisa memberikan manfaat bg orang lain.


Kita seluruh kaum Muslimin memang diperintahkan sebagai mana yang saudara rindu itu, itu sangat baik sekali dan memang harus saudara lakukan dan mari kita lakukan untuk Shalat selalu berjamaah, kita ajak keluarga kita agar selalu shalat jamaah sebagai mana perintah Alloh sebagai mana perintah Alloh SWT dalam Al-Qur'an :


QS. Al-Baqarah (2) : 43. “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”


QS. Al-Imran (3) : 110. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”


QS. Al-Baqarah (2) : 143. “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”


Untuk angan angan saudara menjadi pengusaha Muslim, Insya Alloh akan saya jabarkan setelah ini.


- Terutama bagi orang fakir miskin dan anak yatim. Sebenarnya kata hati saya menganjurkan agar saya harus merantau dari kota saya, saat ini kota pilihan saya adalah bandung atau jakarta.


QS. Al-Baqarah (2) : 220. “tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.


QS.Al-Jum'ah (62) : 10. “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”


QS. An-Nisa (4) : 100. “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dimanapun bumi Alloh kita pijak disitulah kita harus berusaha untuk menjujnjung langit, artinya dimanapun kita berada kita harus berdaptasi dengan lingkungan dan bergaul dengan masyarakat disekeliling kita, agar kita dapat diterima kita harus mempelajari bahasa pergaulan sehari hari mereka, kita harus mempelajari adat istiadat mereka dan kita juga harus berusaha mengenalkan diri, tidak menyombongkan diri dan tidak mengurung dan tidak serta jangan merasa paling hebat, paling benar dan paling sukses, ingatlah diatas guru masih ada Dosen, diatas langit masih ada langit.


- Saya cuma menyakini bahwa keinginan saya tersebut bisa terwujud suatu hari nanti. Tapi untuk sekarang saya masih bingung harus kemana? Saya nggak tahu harus kemana jika saya mesti pergi kebandung atau kejakarta?


QS.Al-Baqarah (2):286. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".


Aamiin Yarobbal Alamiin, karena saya hanya hamba Alloh yang doif dan lemah, maka saya tidak dapat menganjurkan kepada saudara hijrah ke Bandung apa hijrah kejakarta, yang jelas sesuai perintah Alloh bila ingin hijrah, berhijrahlah saudara kepada yang mengajak saudara kepada Iman dan Taqwa , sesuai firman Alloh dalam :


QS. Al-Qashash (28) : 55. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".

QS. Al-Maidah (5) : 90. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”


QS. At-Taubah (9) : 20. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.


QS.An-Nahl (16) : 41. “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui”


Saran dan anjuran dari ayat ayat tersebut diatas memerintahkan kepada kita semua agar hijrah kepada taqwa bergaul dan bersama sama dengan orang orang yang taqwa kepada Alloh SWT, ya kira kira kita hijrah di salah satu daerah yang penduduknya kaum muslimin yang taqwa dan mengajak serta saling mengingatkan untuk taqwa atau kata globalnya “ AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR”


Mohon maaf bukan saya ngajari saudara, tapi dan saya sangat yakin dimilis ini masih banyak yang lebih hebat dan lebih pandai dari saya, tapi saya sadar betul bahwa tidak semua tanah bisa dibajak dengan traktor ada juga yang harus dibajak dengan cangkul, nah.... anggaplah bahwa saya sebahagian tukang bajak tanah yang baru bisa membajak dengan cangkul tersebut.


Terimakasih semoga bermanfaat untuk kita semua



Wassalam



Mujiarto Karuk

Baca Selengkapnya!